KEDIRI – Sebanyak 1.147 anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Kediri bersiap mengikuti ajang kreativitas Crayon Eco-Kids 2026. Kegiatan tersebut diproyeksikan berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang memadukan kreativitas anak, kepedulian lingkungan, serta pengenalan budaya menabung sejak dini.
Berbagai persiapan terus dilakukan panitia untuk menyambut para peserta cilik. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Brantas itu nantinya tidak hanya menjadi arena perlombaan mewarnai, tetapi juga ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan secara lebih dekat.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan senam bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Kehadiran orang nomor satu di Kota Kediri tersebut diharapkan semakin menambah semangat peserta sebelum mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup DLHKP Kota Kediri Aris Mahmudin mengatakan, senam bersama Wali Kota menjadi pembuka kegiatan sebelum anak-anak mengikuti perlombaan.
“Rencananya kegiatan akan diawali dengan senam bersama Mbak Wali,” ujarnya.
Menurut Aris, jumlah peserta tahun ini cukup besar. Tercatat 1.147 peserta dari berbagai TK di Kota Kediri akan ambil bagian dalam Crayon Eco-Kids 2026. Mereka akan menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui kegiatan mewarnai yang dikemas dalam suasana terbuka.
Pemilihan kawasan Taman Brantas juga memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Anak-anak dapat berkreasi sembari menikmati suasana lingkungan di sekitar aliran Sungai Brantas. Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar bersifat kompetitif, tetapi juga memberikan nilai edukasi.
Pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu materi penting yang ingin ditanamkan kepada peserta. Anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dari rumah dan memahami bahwa sejumlah jenis sampah masih memiliki nilai ekonomi.
Aris menjelaskan, edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan positif sejak usia dini. Anak-anak dapat mulai mengenali jenis sampah yang bisa dipilah dan dimanfaatkan kembali. Bahkan, sampah tertentu yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan untuk kemudian ditabung.
“Anak-anak diberikan pemahaman bahwa sampah juga mempunyai nilai ekonomis. Sampah yang masih bisa dijual dapat dikumpulkan, kemudian hasilnya bisa dimanfaatkan untuk menabung,” jelasnya.
Konsep tersebut sekaligus menggabungkan dua kebiasaan positif, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya gemar menabung. Edukasi sederhana seperti ini diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Selain kegiatan utama, keberadaan ribuan peserta juga membuat aspek keselamatan menjadi perhatian panitia. Pasalnya, lokasi kegiatan berada di kawasan terbuka yang berada di sekitar Taman Brantas.
Karena itu, orang tua maupun pendamping diminta tidak lengah dalam mengawasi anak-anak selama seluruh rangkaian acara berlangsung. Pengawasan diperlukan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman sekaligus terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Para pendamping kami minta tetap waspada dan memastikan keamanan serta keselamatan anak-anak selama kegiatan,” pesan Aris.
Melalui Crayon Eco-Kids 2026, penyelenggara berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi dan menyalurkan bakat menggambar, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membentuk generasi yang kreatif sekaligus memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.(red/lis)
Posting Komentar