Kementan Bekali Peternak Kediri Meracik Pakan Mandiri untuk Tekan Biaya Produksi

 

Kementerian  Pertanian (Kementan) membekali peternak Kediri dengan kemampuan menyusun formulasi pakan secara mandiri( by tabloid sinartani.com)


Kediri,
– Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan daya saing peternak ayam petelur melalui pelatihan penyusunan formulasi pakan mandiri. Langkah ini dilakukan untuk membantu peternak menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh pengeluaran untuk pakan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang bertujuan meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, serta nilai tambah sektor peternakan rakyat.

Pelatihan diikuti peternak ayam petelur skala mikro dan kecil. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai penyusunan formulasi pakan yang efisien, bernutrisi seimbang, serta disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada setiap fase pemeliharaan.

Dengan kemampuan tersebut, peternak diharapkan mampu memproduksi pakan secara mandiri sehingga biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas maupun produktivitas telur.

Ketua Tim Kerja Pendaftaran dan Peredaran Pakan Ditjen PKH, Eny Hastuti, menjelaskan bahwa pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi kesehatan dan produktivitas ternak sekaligus menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.

Menurutnya, kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat akan menghasilkan pakan berkualitas, memiliki kandungan nutrisi yang seimbang, mudah dicerna, serta sesuai dengan kebutuhan ayam pada setiap fase produksi.

Ia menambahkan, pelaksanaan bimtek merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Pakan Ditjen PKH, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

Melalui pelatihan tersebut, peternak diharapkan lebih adaptif menghadapi fluktuasi harga bahan baku pakan sekaligus mampu meningkatkan efisiensi usaha secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Istar Abadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan membuka peluang bagi peternak untuk memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di daerah sebagai alternatif penyusun pakan berkualitas.

Pemanfaatan bahan baku lokal dinilai tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga mempermudah peternak memperoleh bahan pakan yang aman dan sesuai standar.

Istar juga mengusulkan agar pembinaan ke depan tidak hanya berupa pelatihan teori, melainkan dilanjutkan dengan praktik langsung pencampuran pakan bagi Anak Buah Kandang (ABK) sehingga penerapan di lapangan menjadi lebih optimal.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Salah seorang peternak mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari menghitung kebutuhan nutrisi ayam hingga menyusun formulasi pakan yang lebih hemat dan efisien.

Sementara itu, akademisi sekaligus dosen peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Akhis Soleh Ismail, menilai kemampuan menyusun formulasi pakan merupakan keterampilan penting agar peternak mampu bertahan menghadapi dinamika harga bahan baku.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung sehingga biaya produksi semakin efisien, produktivitas ayam tetap terjaga, dan keuntungan usaha peternak meningkat.

Melalui program ini, Kementerian Pertanian berharap peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas sektor peternakan.(red/lis)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama