KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri menghentikan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kras menyusul adanya dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa. Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Dugaan gangguan kesehatan muncul setelah ratusan siswa di Kecamatan Kras mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, hingga gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Data sementara menyebut sebanyak 211 siswa terdampak dan berasal dari beberapa jenjang pendidikan.
Pemkab Kediri melalui Satgas MBG mengambil keputusan untuk melakukan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan distribusi makanan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sekaligus mencegah munculnya korban tambahan.
Selain menghentikan sementara distribusi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga melakukan penelusuran terhadap penyebab dugaan keracunan. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel makanan yang kemudian dikirim untuk uji laboratorium guna mengetahui faktor penyebab munculnya keluhan kesehatan pada siswa.
Pemerintah daerah memastikan penanganan terhadap siswa yang terdampak menjadi prioritas. Koordinasi antara pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait terus dilakukan untuk menjaga kondisi para siswa.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena program MBG menyasar kelompok usia sekolah yang membutuhkan jaminan keamanan pangan. Evaluasi terhadap proses penyediaan hingga distribusi makanan akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pemkab Kediri menegaskan program MBG akan kembali dijalankan setelah seluruh aspek keamanan dan kelayakan makanan dipastikan memenuhi standar.(red/lis)
Posting Komentar