BLITAR – Suasana di sebuah kolam renang yang berada di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang anak berusia lima tahun ditemukan tenggelam saat tengah berlibur bersama keluarganya, Minggu (9/8/2026).
Korban diketahui berinisial CS (5), warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung mengundang perhatian pengunjung yang berada di lokasi.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban sebelumnya datang bersama keluarganya untuk menghabiskan waktu liburan di kolam renang.
Rombongan keluarga tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban kemudian bermain air di kolam yang diperuntukkan bagi anak-anak. Namun, beberapa waktu kemudian suasana berubah setelah terdengar teriakan dari sejumlah pengunjung yang melihat seorang anak berada di dasar kolam.
Pengunjung dan petugas kolam kemudian berupaya memberikan pertolongan. Korban segera diangkat dari dalam air dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.
Namun, upaya pertolongan tersebut belum berhasil menyelamatkan nyawa korban. Anak tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kondisi serius akibat terlalu banyak air masuk ke saluran pernapasan.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban memiliki tinggi badan sekitar 115 sentimeter dan belum bisa berenang. Sementara kolam tempat korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar 105 sentimeter dengan ukuran 15,5 meter x 7,5 meter.
Petugas juga mendapati bahwa ketika kejadian berlangsung, korban berada di kolam tanpa pengawasan langsung dari anggota keluarganya. Kondisi tersebut diduga membuat korban tidak segera diketahui ketika mengalami kesulitan di dalam air.
Tim Inafis bersama petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Beberapa kondisi fisik turut diperiksa, termasuk bagian gigi, kuku jari, kelopak mata, serta bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
“Korban mengalami gagal napas karena paru-paru terlalu banyak kemasukan air,” jelas AKP Samsul Anwar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua maupun pendamping untuk tidak lengah ketika mengajak anak bermain di area kolam renang. Anak yang belum memiliki kemampuan berenang tetap membutuhkan pengawasan secara langsung, meskipun berada di kolam yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Pengawasan menjadi semakin penting karena kemampuan berenang, tinggi badan anak, serta kedalaman kolam harus menjadi pertimbangan sebelum anak diperbolehkan bermain air.(red/lis)
Posting Komentar