Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Joko saat melintas menggunakan sepeda motor. Awalnya, ia hendak mencari sarapan. Namun ketika melewati kawasan perkebunan jambu mente miliknya, Joko memutuskan berhenti sejenak untuk melihat kondisi kebun.
Saat berada di pinggir jalan, perhatiannya tertuju pada sebuah tas yang tergeletak di atas tumpukan kayu jati. Tas tersebut tampak mencurigakan karena terdapat noda berwarna merah yang menyerupai darah.
Diliputi rasa penasaran, Joko kemudian mendekati dan membuka tas tersebut secara perlahan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat bagian kaki seorang bayi berada di dalamnya.
"Saat mau mengecek kok ada tas di atas tumpukan kayu jati. Ada darahnya. Waktu saya buka terlihat kaki bayi," ujar Joko saat menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya.
Karena khawatir bertindak sendiri, Joko kemudian meminta bantuan seorang penjual sayur keliling yang kebetulan melintas di lokasi. Keduanya memastikan bahwa isi tas tersebut memang seorang bayi.
Setelah itu, Joko segera menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan penemuan tersebut.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Mojo bersama jajaran kepolisian tiba di lokasi. Polisi langsung memasang garis pengaman, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga Selasa siang, petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang diduga membuang bayi tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya saksi yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.
Selain memeriksa keterangan sejumlah warga, aparat kepolisian turut menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sepanjang jalur Jalan Raya Mojo–Besuki. Langkah itu dilakukan untuk melacak kendaraan maupun orang yang diduga terlibat dalam kasus pembuangan bayi tersebut.
Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Aparat terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi pembuangan bayi yang mengundang keprihatinan masyarakat tersebut.(red/lis)
Posting Komentar